Monday, 9 November 2015

Belajar Pemrograman Website di W3shools

Bagi pelajar/mahasiswa dibidang IT mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pemrograman, meski tidak semua pelajar di bidang IT menghabiskan waktunya untuk berkarya dalam bidang pemrograman. Lalu bagaimana dengan orang-orang diluar bidang IT, apa yang harus dilakukan untuk mempelajari ilmu pemrograman, khususnya pemrograman website?
Tidak belajar pun sebenarnya tidak apa-apa, karena sejatinya untuk membuat sebuah website tidak diharuskan mempelajari ilmu pemrograman, terdapat beberapa CMS (Content Management System) yang mempermudahkan pengguna untuk membangun website sesuai dengan keinginan dan kemudahan customisasi. CMS yang pupuler diantaranya wordpress, dan joomla.

"Terus?" Ya terus apa?.
nah, bagi kawan-kawan yang mungkin ingin mempelajari tentang pemrograman website namun kurang pengetahuan tentang pemrograman atau tidak memiliki pengetahuan tentang pemrograman website sama sekali dapat mencari berbagai referensi di buku atau internet, salah satu referensi di internet yang baik dan mudah mempelajari website dari dasar adalah w3school. Meski saya tidak banyak mencoba pembelajaran melalui media internet tetapi belajar melalui w3school menurut saya cukup mudah dipelajari. Situs ini menyediakan tutorial dasar tentang pemrograman website itu sendiri, mulai dari html, css, javascript, php, dst. Selain itu situs ini juga menyediakan sesi latihan untuk memudahkan proses mengingat. 


Modul-modul pada w3schools

Meski saya berlatar belakang pelajar di bidang ilmu komputer ternyata banyak hal baru yang dapat saya pelajari pada situs ini, apa karna kurang belajar kali ya. Haha.

Sesi latihan w3schools

Untuk kawan-kawan yang ingin belajar tentang pemrograman website harus mempelajari html terlebih dahulu, kemudian apabila sudah menguasai html, dilanjutkan dengan css, dan seterusnya. 

Intinya sih kemauan masing-masing, jika sungguh sungguh maka akan dimudahkan.

Sekian dulu, terimakasih sudah mampir. 


ttd : "mahasiswa semester akhir yang galau"

Intip Identitas Sebuah Website

Pernahkan anda berfikir atau timbul rasa penasaran siapakah pemilik sebuah website yang kamu kunjugi? Lalu bagaimana cara mengetahui identitas pemilik website tersebut. Jika penah berarti kamu beruntung menemukan link ini. Disini saya akan sedikit mengulas bagimana cara mengetahui identitas sebuah website baik pemilik website, email, atau hal lain sebagainya yang berhubungan dengan website tersebut. Hal ini saya ketahui setelah membaca sebuah buku tutorial, meski hal ini sangat sederhana, semoga ada manfaatnya bagi pembaca yang nyasar ke blog saya ini.

***

Sederhananya, sebelum pengguna dapat mengoprasikan websitenya dengan leluasa tentu harus melalui beberapa proses pendaftaran terlebih dahulu. Nah, pada proses registrasi atau pendaftaran inilah si pemilik website memasukkan identitas pribadi dirinya sendiri. Identitas tersebut tentu tersimpan pada database server tempat user itu melakukan hosting.


Terus bagaimana cara mengetahui pemilik website itu? Apabila websitenya sudah dikenal atau blog pribadi biasanya dapat diketahui siapa foundernya/pemiliknya melalui link about atau sejenisnya, tetapi apabila pada website tidak dicantumkan mengenai pengelola apakah kita tidak bisa mengetahui si pemilik website tersebut? tentu tidak. Kita dapat dengan mudah mengetahui si pemilik website dengan menggunakan bantuan tool. Tool yang dapat kita gunakan untuk mengetahui identitas sebuah website melaui akses internet terdapat beberapa macam, salah satunya adalah who.is.

Dengan menggunakan website ini kita dapat mengetahui identitas dari suatu website secara menyeluruh seperti tanggal pendaftaran, nama pemilik, akun email pemilik, alamat hosting, dll.

Berikut adalah halaman utama who.is :

Tampilan muka

Untuk proses selanjutnya kamu dapat memasukkan nama website pada kolom pencaharian, contohnya saja saya disini memasukkan alamat facebook.com. Setelah alamat diinputkan ke kolom pencarian dan tekan enter maka akan tampil data dari website tersebut secara detail seperti tampak pada gambar dibawah :

who is pesbuk

Namun tidak semua alamat website dapat diketahui identitasnya, seperti website yang memiliki proteksi whois ataupun website yang menggunakan subdomain seperti blogspot, dll.

Sekian dulu, terimakasih sudah mampir.

Thursday, 15 October 2015

Dilema Sofware Gratisan atau Berbayar

Akhir-akhir ini beberapa teman ane gencar mempromosikan linux dengan slogan "Sistem operasi gratisan namun halal atau sistem operasi berbayar tapi bajakan, pilih yang mana?"

Opensource?

Opensource
Ya, opensource maksudnya adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (wikipedia). Bahasa sederhananya bisa diartikan dengan sistem/aplikasi yang dapat diotak atik "seenak jidat" tanpa harus membayar/memperoleh izin dari pihak pengembang. Lain halnya dengan sistem berbayar, sistem berbayar bisa diartikan dengan sistem yang memiliki lisensi dan diterbitkan oleh pengembang dengan tidak diperbolehkan untuk memperbanyak, merubah sebagian/seluruh tanpa izin dari pihak yang terkait. Untuk menggunakan sistem berbayar ini user harus merelakan sebagian kekayaannya untuk mendapatkan lisensi dari sebuah aplikasi. Lain halnya dengan sistem opensource, pengguan didak dibebankan dengan pembayaran alias gretongan (gratis).
Ada lagi istilah yang dinamakan freeware, maksudnya adalah sistem/software yang didapat kan dengan cara gratis pula, namun pengembang mencantumkan beberapa ketentuan-ketentuan tertentu, contohnya adalah tidak digunakan untuk komersil atau tidak diperbolehkan untuk mengotak atik atau mengubah isi dari konten.

Berbicara mengenai sistem opensource, kadang terlantas juga di fikiran -sederhananya, kalau bisa gratis kenapa harus membayar untuk mendapatkan sebuah tool. Namun tidak semua orang berfikir demikian. Sebagian orang lebih memilih sistem berbayar, ada yang mendapatkan dengan cara yang baik, namun ada pula yang memperoleh dengan cara yang tidak halal, alias membajak. Lalu apa konsekuensinya jika membajak "crack"? Tentu saja tidak ada selama tidak ketahuan. Namun sebenarnya hal tersebut merupakan suatu tindakan negatif yang merupakan pelanggaran hak cipta-  yang sebenarnya juga diatur dalam undang-undang no 19 tahun 2002. Tak tanggung-tanggung, pelanggar hak cipta dapat dipenjarakan 2-7 tahun dan denda Rp 150jt-5M (sumber : http://pusathki.uii.ac.id/konsultasi/konsultasi/pelanggaran-hak-cipta-dan-akibat-hukumnya.html).

Terkadang yang menjadi dilema adalah sistem berbayar lebih banyak digunakan orang di sekitar serta memiliki fitur yang bagus ketimbang yang gratisan. Lain lagi dengan dukungan luar, seperti aplikasi yang sering kita gunakan memiliki referensi pembelajarannya pun begitu banyak. Sebut saja seperti photosop, ms office, IDM, dll. Beberapa software mumpuni tersebut begitu mudah dijumpai di mesin pencarian 'gugel', dan tentu saja beberapa bisa diperoleh dengan gretongan dengan bawaan keygen atau semacamnya. Bukan cuman software untuk keperluan keseharian saja, untuk pembelajaran pun di sekolah-sekolah para pengajar lebih mengutamakan menggunakan sistem yang berbayar ketimbang yang opensource sebut saja windows. Menurut saya dari sana awal munculnya ketergantungan dari pengguna terhadap aplikasi berbayar tersebut dan secara tidak langsung membuat pengguna sehingga susah untuk berpindah lagi ke cara yang lain. Tetapi tidak semua institusi pendidikan yang membiarkan begitu saja para pelajar untuk mengunduh OS keluaran Bill Gates tersebut, beberapa institusi pendidikan terkadang juga memfasilitasi para pelajarnya dengan lisensi yang diperoleh secara layak.

Ya bukan masalah tabu lagi jika dimana-mana software bajakan khususnya di negara ini dengan mudah beredar, uniknya lagi kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dalam paket yang mereka installkan ke pc mereka biasanya tertanam malware yang mencapai 95% kemungkinan (http://techno.okezone.com/read/2014/03/03/325/949249/software-bajakan-mengandung-95-malware). Mungkin saja itu benar, atau bisa saja tidak sepenuhnya benar.
Uniknya pula, hal ini udah ibarat sesuatu yang wajar dan dapat diterima dan kebanyakan orang tidak mempermasalahkan lagi apakah mereka melakukan pelanggaran hak cipta atau tidak, mau gimana lagi udah menjadi kebiasaan.

Sebagian orang berpendapat kalau hanya digunakan untuk keperluan pendidikan atau pemakaian pribadi itu tidak apa apa, Anda yang lebih tahu.
Sebut saja contohnya software multimedia editing video seperti after effect, ya, software ini begitu booming digunakan karena multimedia begitu berkembang pesatnya. Jika dihitung-hitung, harga satu paket software AE CS6 ini di amazon adalah 1,099.99 dolar, jika ditotalkan dengan rupiah sekitar 14.850.000,- . Beberapa orang mendapatkannya dengan cara yang kurang baik yaitu dengan melakukan crakcing dan tentu saja tidak merogoh kocek sepersen pun dari harga diatas.
Jangankan itu, sistem operasi yang biasa digunakan saja, contohnya windows 7 professional 32 bit, yang harganya 50 dolar jika ditotalkan kedalam rupiah sekitar 675.000,- sebagian kita mendapatkannya dengan cara yang tidak baik pula.

Saya pribadi sebenarnya tidak mempermasalahkan jika ada teman saya yang menggunakan software berbayar atau yang gratisan freeware maupun opensource. Disini saya hanya menghitung-hitung sedikit kerugian atau sanksi dalam pelanggaran hak cipta, hitung-hitung mengingatkan diri saya sendiri. Dari sini saya mulai sedikit berfikir, sepertinya lebih baik menggunakan sistem yang gratisan ketimbang dengan berbayar tetapi tidak dibayar.

Note : Ini hanyalah pendapat saja. Terimakasih telah berkunjung.

Wednesday, 14 October 2015

Ternyata Ini Produk Indonesia

Sudah tidak diragukan lagi produk tas bernama 'Eiger' terkenal dengan ketahanan serta desainnya yang apik banyak digunakan oleh kalangan pemuda terkhususnya pecinta outdoor.

Beberapa hari lalu iseng-iseng tanya teman, "Bro, eiger itu bikinan mana?", "Kayaknya luar negri". Dari jawaban teman itu saya ambil kesimpulan, "Benar juga".

Berhubung rasa ingin tahu ane lumayan gede dan zaman sekarang didukung pula dengan kemudahan akses informasi saya ketiklah itu kata pencarian di gugel dengan pertanyaan seperti orang idiot "produk eiger bikinan mana?". Dan sekejap muncul beberapa hasil pencarian dan saya buka link nya. Simsalabim, ternyata Eiger adalah produk asli Indonesia asal Bandung yang didirikan oleh bapak Ronny Lukito (Lahir 15 Januari 1962). Doi ternyata bukan orang berpendidikan tinggi. Beliau lulusan STM/Sekolah Teknologi Menengah. Semasa sekolah beliau sudah terbiasa berjualan, maksud saya berdagang. 

Terlahir dari keluarga yang cukup sederhana, dengan sang bapak berjualan tas olahan sendiri, dari sana beliau mulai berfikir keras dan berusaha mengembangkan produknya dengan modal sekian dan memasarkannya pada beberapa toko. Meski order yang didapat sedikit, beliau terus mengembangkan produk tersebut. Berbagai upaya beliau lakukan seperti mengikuti seminar dan menyewa jasa seorang konsultan diakrenakan tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai manajemen dan keuangan.


Eiger pertama kali diproduksi tahun 1993, nama Eiger diambil dari sebuah gunung di Swiss.


Ternyata beberapa produk tas ternama lain yang sering saya/kawan jumpai juga satu induk dengan perusahaan bapak Ronny ini seperti Bodypack, Exsport. Ada lagi nama produk lain seperti Norwand, Morphosa, World Series, Ekstrem, Vertic, Domus Danica, serta Brocklyn.

Adapun perusahaan beliau bernama PT. Eksonindo Multi produk industri yang pemasarannya sudah meramabah keluar negri seperti Libanon, Singapura, Filipina, Jepang.

Sampai sekarang produk Eiger sudah bermacam-macam jenisnya sepeti dompet, sarung handphone, sepatu, dan lain lain


***

Referensi http://www.biografiku.com/2013/01/biografi-ronny-lukito-pengusaha-tas.html

Friday, 15 May 2015

Tentang Mencerdaskan Anak Bangsa

@Sampoerna Corner, Unsri
Upaya pencerdasan merupakan adalah salah satu tujuan negara sebagaimana telah dicantumkan oleh para pendiri "ibu pertiwi" ini pada pembukaan UUD 1945. Namun pencerdasan ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, uluran tangan oleh masyarakat salah satunya adalah para aktivis pendidikan adalah hal yang dibutuhkan oleh generasi muda disana, khususnya untuk daerah-daerah yang sulit terjamah. Hal ini menimbulkan kesadaran(aware) saya akan situasi seperti ini sewaktu mengikuti salah satu talkshow dengan tema "Mecerdaskan anak bangsa"(13-05-2014). Dimana pembicara pada kegiatan ini merupakan penggiat rumah baca untuk daerah daerah yang minim minat baca dan terpencil;
1. Hj. Ratna Dewi, M.M., M.Pd (Pendiri Taman Baca Masyarakat(TBM) Tabuki Jayanti), Palembang
2. Achmad Subhan, SIP, MIP (Penggiat Komunitas Perpustakaan/Peneliti Multatuli, Lebak Banten) 

Salah satu hal yang menarik dari kegiatan ini adalah perjuangan yang para pembicara lalui demi terwujudnya masyarakat agar sadar akan pengntingnya membaca, terkhusus untuk anak-anak di bangku sekolahan.

Cerita menarik disampaikan oleh Achmad Subhan dalam kegiatan tersebut tentang tradisi masyarakat pada kampung Ciseel tempat TBM Multatuli, dimana pada permulaan bulan ramadhan pada agen-agen dari kota mencari pelajar-pelajar muda dari kampung Ciseel untuk dibawa ke kota sebagai pegawai rumah tangga atau biasa disebut dengan PRT. Para pelajar muda yang berpindah ke kota untuk mencari penghasilan tersebut sering disebut "terbawa kardus". Sungguh sangat disayangkan pendidikan mereka terhenti karena dituntut untuk bekerja dan membantu keluarga. Namun, semua berubah setelah dibukanya TBM Multatuli oleh Ubaidillah Muchtar, seorang guru SMPN satu atap 3 Sobang, disebut satu atap karena kelas vii,viii, serta ix pada SMPN tersebut berada dalam satu atap atau bisa dikatakan satu kelas untuk satu tingkatan. Untuk sampai pada daerah Ciseel sendiri membutuhkan waktu berjam-jam untuk berjalan setapak karena medan yang dilui sangat sulit. Melihat medan yang digambarkan dalam slide pembicara menggambarkan betapa beratnya perjuangan yang mereka lakukan untuk upaya memberikan pendidikan untuk para pelajar pada kawasan Ciseel tersebut.

Sungguh unik, kegiatan membaca pada TBM Multatuli adalah membaca novel Max Havelaar karya Eduard Douwes Dekker adalah salah satu rutinitas wajib pada anak-anak dikawasan tersebut. Max Havelaar (diterbitkan pertama kali pada 1860) merupakan novel yang menceritakan mengenai relita penjajahan oleh kolonial belanda/nasib buruk masyarakat yang dijajah pada zaman itu, bahkan buku tersebut merupakan buku kelas dunia dan telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa. Para anak-anak di kawasan tersebut didik untuk sadar akan sejarah dan perjuangan serta penderitaan masyarakat pada zaman terdahulu. Sembari membaca, para anak-anak ditanamkan paham akan perjuangan dan kebudayaan.
Semenjak berdirinya TBM Multatuli sebagaimana diceritakan pembicara tersebut maka masyarakat disana semakin sadar akan pentingnya belajar dan pelajar yang putus sekolah pun berkurang. Niat belajar dan kesadaran akan pendidikan meningkat.

Upaya yang dilakukan oleh kedua pembicara tersebut sangat kontributif bagi pendidikan di Indonesia. Semoga suatu saat saya dapat berkontribusi juga dalam hal mencerdaskan anak bangsa sebagaimana yang telah diupayakan oleh kedua inspirator tersebut.

Ada salah satu perkataan bagus yang saya kutip dari pembicara saat itu "Revolusioner tidak harus memecahkan kaca, atau membakar ban. Revolusi dapat dimulai dari diri sendiri untuk memulai hal yang baru"(Subhan).

Bermasyarakat : Perayaan Hari Besar Isra' Mi'raj

Berbaur dengan pribumi dalam perayaan hari besar keagamaan merupakan hal yang cukup langka bagi saya sendiri sebagai mahasiswa yang tercatat numpang hidup di tanah orang. Ikut dalam kegiatan kemasyarakatan adalah suatu hal yang mempunyai nuansa tersendiri. Meski cukup jarang berbaur dengan masyarakat setidaknya ikut serta dalam memeriahkan/mengikuti kegiatan kemasyarakatan saya rasa cukup menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

14 Mei 2015, adalah perayaan hari besar Islam dalam memperingati Isra' Mi'raj di kawasan tempat tinggal saya di Jln. Nusantara, Indralaya. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara masyarakat, Lembaga Lanjut usia Indonesia(LLI) Ogan Ilir(OI), pengurus mesjid G.A, Majelis Ta'lim Kec. Indralaya Utara, serta Ikatan Remaja Mesjid G.A. Kegiatan ini dilangsungkan selama dua hari secara tidak berturut-turut yaitu tanggal 14(Acara peresmian, materi), sera 16 Mei(Lomba TK/TPA) 

Adapun beberapa kegiatan yang dilangsungkan dalam acara 14 Mei ini diantaranya: Sambutan dari ketua mesjid G.A, Sambutan LLI Kabupaten Ogan Ilir, Pengukuhan Ikatan Majelis Ta'lim Kecamatan Indralaya Utara (Oleh LLI Ogan Ilir), serta acara utama/materi dari Ust. Muslih Qori'.

Kata sambutan oleh pak Berkat
Sambutan dari ketua LLI Ogan Ilir bisa dikatakan update info. Bapak Berkat (Ketua LLI OI dan pendiri mesjid G.A. Semoga pahala selalu dilimpahkan atas beliau) menyinggung tentang budaya para tontonan di Indonesia atau biasa disebut aktris/publik figur* yang sudah sangat borok. Beberapa media televisi/cetak telah ramai membicarakan setidaknya sekitar 200 aktris terkena khasus prostitusi, Naudzubillah. Pak Berkat juga mengatakan ba
hwa peran kita sebagai masyarakat adalah sebagai pendakwah setidaknya bagi orang terdekat agar terjauh dari perkara buruk tersebut pada masyarakat.

Sambutan dari Pak Musa (Ketua Mesjid G.A)
Gambar diatas adalah suasana sambutan dari pak Musa selaku ketua mesjid G.A sekaligus pembina IRMA G.A. Berbagai hal disampaikan pak musa dalam sambutan tersebut, tentunya salah satunya ucapan terimakasih atas kehadiran masyarakat.

Pengukuhan Ikatan Majelis Ta'lim Kec. Indralaya Utara
Pengukuhan ikatan majelis ta'lim diatas diserahkan secara simbolis oleh dr. Hamdan Mahyudin pada gambar diatas. dr. Hamdan adalah salah satu pemuka masyarakat disini sekaligus seorang dokter yang sudah dikenal. Beliau sangat dihormati terkhususnya oleh mahasiswa disini.

Ceramah agama oleh ust. Muslih Qori'
Diatas adalah penyampaian ceramah oleh ust. Muslih Qori. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan cara penyampaiannya pun tidak begitu susah dicerna karena objeknya secara umum adalah masyarakat.

Beberapa orang mahasiswa
Gambar diatas adalah beberapa orang mahasiswa. Sayang tidak sempat foto bersama rombongan sebelum pulang.


Bonus, Gan....

Monday, 27 April 2015

SMS Modus : Fitur Premium Call

Sedikit bercerita buat refelksi otak dari kekusutan mikirin skripsi.

Gambar : google
Kemarin saya mendapat sms, ini disengaja atau entah nyasar saya tidak tahu. Tiba-tiba masuk sms ke nomor pibadi saya, bahkan nomor ini baru saya gunakan selama kurang lebih 1 minggu.
Dengan nomor yang tergolong usia muda ini masih sempat-sempatnya diganggu oleh penipu yang tergolong kreatif. Sayang sekali kreatifitas si penipu tidak digunakan kepada hal yang bermanfaat, bahkan apabila digunakan untuk hal bermanfaat tentu kreatifitas dapat memiliki nilai jual tersendiri.

Berikut adalah cuplikan message yang saya dapatkan *silahkan lambaikan tangan ke kamera apabila tidak kuasa :)) * :

"hai..aku mau kenalan sama km,,aq slalu menunggu hatimu, aq rindu canda tawamu..hub aq di 08091232004..masa lalu cuma kita yg tau..." dari +628561683171
Saya sadar saya jomblo, tapi meski jomblo punya harga diri lah :p. Kalau butuh, ya hubungi langsung, masa yang butuh diminta dihubungi, haha. Kecuali memang yang membutuhkan orang yang sudah saya kenal, maka akan saya hubugi* apabila dibutuhkan. Apalagi yang minta hubungi adalah si doi yang... Eh.

Yang saya nilai sebenarnya bukan konten smsnya, namun nomor provider terkait sms tersebut. Seumur-umur baru kali ini saya nemu dalam bentuk modus penipuan yang telah saya cicip mulai dari dapat mobil mewah, mesin cuci, undian telkomsel, mkios, undian bank, mama minta pulsa, papa minta pulsa, adek minta pulsa - dimana nomor telfon/ponsel berawalan 08-09. ya, 09. setelah muncul kecurigaan kemudian saya mencari di mesin pencarian internet dengan kata kunci berikut "Om nanya dong, nomor 0809 itu nomor apa ya kok saya baru tau ? kasi tau dong!" "0809 adalah nomor". Setelah saya cari muncul beberapa referensi perihal nomor 0809, dan ternyata nomor tersebut adalah bukan nomor ponsel biasa, namun merupakan fitur panggilan premiun (premium call).
Nomor 0809 merupakan pengguna Jaringan Pintar Nasional (Japati) atau disebut dengan Premium Call itu sendiri, untuk tarif telpon pun tak tanggung-tanggung harganya dan tergolong sangat mahal yaitu Rp 3000 sd- Rp 9000 /menit (dari forum kompasiana). Apabila penelpon menghubungi nomor tersebut maka tentu akan membuat tarif telpon rumah membengkak, atau pulsa tidak sadar sudah diserap habis.

Beberapa kasus penipuan dengan modus ini sudah terjadi beberapa tahun lalu, salah satunya contoh kasus penipuan dengan modus ini muncul pada tahun 2013, dimana korban yang baru sempat menghubungi pelaku dalam waktu 2 menit sudah menguras pulsa puluhan ribu rupiah (dari : http://metro.news.viva.co.id/news/read/400672-ladeni-sms--sayang---pulsa-melayang) 

Yang namanya orang menipu, sangat jarang ditemui yang berprilaku jujur, lah namanya juga menipu, jalau jujur bukan penipu namanya, tetapi review. hehe. Sering kali korban terkecoh dimana tidak diberitahu sebelumnya bahwa nomor tersebut menggunakan premium call. Fitur premium call juga digunakan oleh beberapa penyedia layanan panggilan khusus untuk pelanggan yang menawarkan layanan tertentu namun bersifat mengecoh mengecoh, tidak perlu saya sebutkan. Tapi tidak semua layanan pengguna premium call merupakan modus penipuan, terdapat beberapa layanan bermanfaat yang menggunakan fitur ini seperti jasa konsultasi, pendidikan, dsb.

Untuk penyedia layanan panggilan premium tersebut tentu mendapatkan keuntungan tersendiri, untuk detail bagaimana proses mendapatkan keuntungannya saya belum tahu persis, kalau tahu nanti bakal di update, dan yang rugi malah para korban korban (Ingat tidak semua pengguna premium call adalah korban, ada beberapa yang sudah mengetahui layanan tersebut, namun untuk kebutuhan tertentu yang sedikit saya jelaskan diatas). Dia yang untung-kita yang rugi, siapapun tidak akan mau itu terjadi. Bahkan kalau bisa kita sama-sama untung dan jangan ada dusta diantara kita, seperti pepatah minag "Lamak Diawak Katuju Diurang". 
Jadi intinya harus sedikit kritis, dan jangan mudah terkecoh oleh penawaran jasa yang kita sendiri tidak tahu dari mana asal usulnya.

Penipu sekarang pada kreatif, bahkan saya pernah nemu penipuan dengan modus salah satu undian produk teh dalam gelas dalam bentuk kupon yang desain kuponnya mantap abis, sudah ibarat professional, bahkan jika dilihat sekilas kupon tersebut seperti dikeluarkan oleh industri minuman tersebut. Namun sayang, kreatifitas tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat, tetapi digunakan untuk merugikan orang lain. Mungkin salah satu penyebabnya adalah sulitnya mencari lapangan pekerjaan di dalam negri ini sehingga penjahat bukan lagi orang-orang awam, namun orang-orang pintar *hanya berpendapat*

Cukup sekian, terimakasih sudah mampir.

Saturday, 25 April 2015

Pengalaman Gaptek : Belanja Online

Keliatan banget bego nya ane ketika belanja online. Kejadian ini terjadi minggu lalu ketika memesan salah satu tas buat mudik liburan kuliah nanti di salah satu toko onlie. Sebut saja Blibli *ini mah bukan inisial lagi, emang nama tokony
a itu*.

gambar : google
Alkisah minggu lalu saya iseng-iseng liat barang di toko onlie. Beberapa toko online sudah ditelusuri dan survei harga. Di toko A barangnya bagus dan harga lumayan, namun ongkirnya minta ampun, di toko B barangnya bagus dan harga lumayan murah tapi tasnya terkesan buat gaya-gayaan. Kemudia cek di toko Blibli ternyata kriteria tas yang dibutuhkan cocok dan harganya-pun murah *maklum namanya juga mahasiswa, pengen cari barang harga kaki lima namun kualitas bintang lima*. Ditambah lagi fitur freeongkir se-Indonesia dari Blibli, mantap lah. Kemudian saya putuskan untuk memilih tas di sana. Harganya juga cukup murah, ya berimbang lah dengan kualitas, mungkin lagi promosi maka harga sedikit dimurahin. 

Setelah lihat detail barang serta spesifikasinya saya memutuskan untuk memesan tas tersebut. Ketika memesan barang terdapat beberapa pilihan metode pembayaran, yaitu internet banking, kartu kredit, transfer, dan uang elektronik. Berhubung dari daftar tersebut cuman bisa membayar dengan transfer (Bank BCA dan Mandiri), saya memilih transfer BCA, maka saya pilih dengan metode itu. Setelah selesai dengan urusan pilihan pembayaran, notif order pun muncul ke dalam email saya, dan saya harus melakukan pembayaran selambat-lambatnya 1X24 Jam. Jika tidak melakukan pembayaran maka pemesanan barang akan otomatis dibatalkan oleh sistem. Sore harinya kemudian saya melakukan transfer ke nomor rekening BCA yang saya dapatkan dari email. Setelah pembayaran berhasil saya lakukan melalui ATM bersama kemudian saya cek web, namun pembayaran yang saya lakukan belum diverifikasi. Laman web buat konfirmasi pembayaran saya pun tidak ada. Nah disini keliatan banget ane bego nya. Kemudian saya periksa panduan belanja di Blibli lagi dan saya temukan adanya istilah "virtual account Bank". Selama pemesanan online baru kali ini saya nemu yang namanya istilah virtual account, sebelumnya juga pernah belanja onlie di beberapa toko tapi pembayaran hanya dengan transfer biasa. Maklum lah dari dusun, asing dengan istilah virtual account hehe. 
Setelah baca-baca tata cara belanja online di Blibli kemudian saya bingung. Apakah saya salah metode pembayaran?

Saya putuskan untuk mengubungi CS via telpon namun panggilan tidak terhubung. Kemudian cek di web ternyata ada Live Chat, disana saya bertanya perihal apakah metode pembayaran saya salah atau bagaimana :

Asli begonya. Haha

Sebenarnya chat mesra pertanyaan saya kepada CS tersebut masih panjang, cukup cuplikan saja saya tampilkan. Menurut saya CS Blibli nya ramah dan sangat respon. 
Ternyata metode pembayaran yang saya lakukan sudah benar. Ketika saya periksa metode pembayaran virtual account ada menu khusus pembayaran virtual account lewat BCA, hal ini yang membuat saya bingung. Tetapi sejatinya pembayaran dengan virtual account sama saja dengan metode transfer biasa. 

Virtual account ini merupakan layanan bank yang diberikan kepada end-user sebagai cara untuk memudahkan transaksi pembayaran. Virtual account hanya berlaku untuk satu kali pembayaran, jadi nomor rekening akan berbeda-beda untuk setiap transaksi. Pada gambar alamat virtual account untuk saya melakukan pembayaran adalah 902884xxxxx, dan berlaku hanya untuk pembayaran saat itu. Virtual account ini sangat memudahkan perusahaan untuk verifikasi pembayaran serta dapat di transfer dari rekening bank lain. 
Sekarang barang saya beli sudah diterima dan datang tepat waktu.

Setidaknya hal ini menjadi pelajaran bagi saya sendiri, biar kedepannya tidak lagi asing dengan istilah-istilah tersebut. Apalagi sekarang sudah eranya e-commerce, dimana-mana transaksi pembayaran sudah sangat canggih. *sok tau*

cukup sekian, terimakasih sudah mampir.

Saturday, 11 April 2015

Sebuah Rumah Dipinggiran Kampus : IRMA G.A

Tidak begitu disadari bahwa sudah hampir empat tahun merantau di negri ini. Sebuah negri yang sebelumnya tidak direncanankan karena sebuah tujuan akademik. Indralaya.

Dahulu ketika masih di rumah seseorang adik pernah bertanya : "kemana nanti Uda setelah lulus SMA?"
Kemudian saya berkata "Yang jelas Uda tidak akan disini lagi, mungkin pergi jauh".

Percakapan itu masih teringat dalam benak saya ketika sedang berada di kamar depan rumah ketika sedang charge baterai hape, dan itu sudah 4 tahun yang lalu.
Namun sejujurnya apa yang tergambar dalam fikiran saya ketika berkata demikian kepada adik berbeda dengan keadaan sekarang. Namun keadaan itu pun tidak lah begitu buruk. Disini saya telah membaca 'beberapa lembar halaman buku' yang telah Tuhan tulis bahkan jauh sebelum saya dilahirkan kedunia.

Dua hari yang lalu ketika sedang memindahkan barang tiba-tiba saya menemukan beberapa berkas lama yang sudah tidak terjamah. Salah satu berkas yang saya temukan adalah catatan dari proses open recruitment Dauroh Mesjid salah satu remaja mesjid di pinggiran kampus Unsri Indralaya. Bahkan organisasi ini tidak begitu dikenal jika dijajalkan di internal kampus. Dauroh mesjid adalah sebuah sebutan untuk 'Latihan Dasar' keorganisasian untuk remaja mesjid yang berposisi di tepi kampus ini, yaitu IRMA G.A (Ikatan Remaja Mesjid Ghuzail Al-Ajmi Albarokah).

Foto Bersama Beberapa Anggota IRMA G.A di Pagar Alam

Sebelumnya saya belum pernah berniat untuk bergabung dalam organisasi, bahkan sebuah ikatan remaja mesjid di tanah rantau pertama saya ini. Adalah sebuah ketidaksengajaan ketika waktu itu masih dalam bulan pertama tinggal di sebuah kontrakan yang berposisi disamping sebuah mesjid, salah seorang senior mengajak untuk keluar dan berkenalan dengan para mahasiswa baru sekitaran gang. Karna kala itu tidak begitu tahu menahu dengan keadaan daerah itu, maka saya putuskan untuk ikut. Hitung-hitung dapat kenalan teman baru sesama pelajar yang 'senasib'. Usai berkenal-kenalan, tentunya sesama laki-laki, untuk perempuan juga dipisahkan posisinya berhubung ini adalah organisasi bernuansa ke-Islam-an. Antara perempuan dan laki-laki diberi batas papan yang saat itu disebut dengan nama 'Hijab'. Secara pribadi saya baru mengalami sistem pemisahan antara laki-laki dan perempuan itu untuk pertama kali. Di kampung saya juga terdapat organisasi remaja mesjid, namun disana tidak ada sistem pemisahan dengan hijab. Antara laki-laki dan perempuan dapat langsung saling tatap mata untuk berkomunikasi.
Uniknya lagi di disana semua anggota* adalah para mahasiswa karena notabene posisinya berada di pinggiran kampus. Pada pertemuan perkenalan ini kami para mahasiswa baru saling kenal mengenal dan diminta untuk mempersiapkan beberapa hal untuk akan diadakan outbond sekaligus pelaksanaan agenda Daoroh Mesjid.

Beberapa hari kemudian dilaksanakan juga agenda Dauroh Mesjid. Beberapa kegiatan pun kami ikuti. Dan salah satu kegiatan yang cukup berkesan bagi saya pribadi saat itu selain outbond yang berkubangan lumpur adalah ada sebuah instruksi oleh para senior untuk menuliskan sebuah pesan. Pesan itu bukan pesan singkat biasa, sang senior mengkondisikan bahwa pesan tersebut adalah sebuah 'pesan terakhir', yang ditujukan kepada kawan-kawan satu kelompok saat itu yang disampaikan kepada orang tua apabila sesaat setelah kegiatan itu usai kami para mahasiswa baru saat itu tidak diberi usia lagi, maka mereka akan menyampaikan pesan tersebut kepada orang tua kami masing-masing. Setelah pesan kami buat, pesan dikumpulkan dan dibacakan oleh sang instruktur saat itu. Betapa tidak enaknya ketika pesan yang saya tuliskan beliau bacakan. Namun bagaimana lagi, si senior memberikan instruksi kepada kami untuk sungguh sungguh menuliskannya pada sebuah kertas.

Tak begitu disadari bahwa kertas ini sudah tersimpan di kamar saya selama 3,5 Tahun. Berikut adalah tulisan yang saya tulis kala itu :

Teruntuk teman karibku.

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Jika tulisan ini adalah tulisan terakhirku dari ku kepadamu wahai temanku. Simpanlah tulisan ini sebagai ucapan terimakasihku kepadamu atas segala yang telah engkau berikan kepadaku. Aku sadar disini adalah sebatang kara, tanpamu aku mungkin merasakan hangatnya kekeluargaan ditengah perantauanku di negri yang dahulu sama sekali tak aku kenal ini.
Kita tak sedarah, kita tak satu kandungan, namun engkau saudara bagiku. Aku sadar begitu banyak salahku kepadamu, maka maafkanlah kesalahanku, hilangkanlah bekas luka dihatimu. Jika setelah ini aku tiada, maka sampaikanlah ucapan terakhirku kepada ibu bapak dan saudara-saudaraku bahwa "mereka adalah orang-orang yang paling aku cintai seumur hidupku". Katakanlah bahwa sepanjang pengembaraanku di perantauan ini nama dan wajah merekalah yang selalu aku bayangkan sebelum tidurku. Wajah ibukulah yang selalu aku bayangkan sebelum tidurku. Wajah ibukulah yang selalu aku bayangkan ketika aku belum makan karena beliau selalu mengingatkanku. Dan hatiku menjadi sejuk dan rindu karena ibuku. Sampaikanlah kepada ibuku wahai temanku.
Faris Irfan


Begitulah pesan singkat yang kala itu saya buat. Jadi teringat masa-masa pertama kali berkumpul di rumah 'pinggiran' kampus ini. Dan sekarang mungkin adalah masa masa terakhir untuk berinteraksi selama anggota di perkumpulan ini karena beberapa lama lagi kami akan lulus kuliah. Begitu banyak manfaat yang saya dapatkan dalam organisasi ini. Sudah ibarat Rohis saja, karena semasa saya SMA di sekolah tidak ada yang namanya rohis, itu pun baru muncul ketika kami seangkatan akan lulus.
Bagi saya ini adalah salah satu organisasi pertama (meski belum layak disebut organisatoris) yang saya pernah ikuti selama menjadi mahasiswa yang mengajarkan mengenai batasan-batasan komunikasi antara laki-laki dan perempuan, berkumpul dengan orang-orang yang hatinya terpaut dengan mesjid (semoga), serta salah satu tempat saya mempelajari agama Islam dengan kajian yang Syar'i karena disini sering diadakan ta'lim pekanan. Dan ini adalah organisasi yang pertama kali menanamkan kepada benak saya istilah Ikhwan-akhwat.
Bersyukur pernah tergabung dalam IRMA G.A. Semoga rumah ini tetap eksis bahkan berpuluh-puluh tahun setelah kami lulus kuliah nanti, bahkan sampai Universitas Sriwijaya kampus Indralaya masih berdiri. Semoga nanti dikemudian hari kami masih dapat berkumpul kembali dalam jalin ukhuwah yang sama.

Tuesday, 7 April 2015

Pernah Berfikir Menjadi DBA

Sekitar 3 semester yang lalu seorang teman pernah bertanya "Nanti setelah kau lulus ingin menjadi apa?"
Kemudian dengan enteng saya menjawab, "Saya ingin menjadi Database Administrator"
"Untuk apa kau menjadi DBA. D3 aja bisa menjadi DBA, lah kita ini S1", Sanggahnya.

gambar : google
Dalam mata kuliah Business Intelligence dosen saya pernah berkata bahwa diluar negri sana sistem informasi untuk S1 ketika lulus mereka tidak semena mena dapat menjadi seorang system analyst. Biasanya kalau untuk menjadi ahli dalam bidang sistem informasi seseorang itu hendaklah melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Sedangkan untuk S1 jurusan sistem informasi seseorang itu lebih berfokus kepada database

Saya tidak tahu apakah ini kesalahan dalam hal akademis di kampus saya apa memang sejatinya untuk sistem informasi tidak ada satuan yang baku untuk jenjang S1. Tetapi selama masa perkuliahan dosen kami sering memotivasi bahwa untuk menjadi seorang yang ahli dalam sistem informasi tidak harus mentah-mentah pandai dan berfokus dalam pengkodean program. Kami lebih ditekankan untuk menjadi seorang manager dalam sebuah pengembangan sistem. Sungguh sebuah motivasi yang tidak mudah diterapkan (bagi saya pribadi).

Menilai dari kemampuan yang ada sekarang, cukuplah dapat dihitung mata kuliah yang mampir dibenak ini, apalagi sudah tidak diulang-ulang mempelajarinya.

Bertolak lagi mengenai database administrator diatas. Pekerjaan seorang admin database tidaklah semudah yang saya bayangkan atau teman saya bayangkan sebelumnya. Seorang DBA hendaklah menguasai beberapa kualifikasi seperti sistem jaringan dan pemrograman, terkhususnya dalam pemrograman database SQL. Selain harus menguasai pemrograman SQL seorang DBA hendaklah mampu memimpin sebuah team. Karena dalam bekerja seorang pengelola database tidak dapat bekerja sendirian, namun dibantu oleh rekan-rekan lain dalam satu team, apalagi database tersebut berskala besar. Database yang besar juga berurusan dengan server.

Berdasarkan sumber dari wikipedia seseorang DBA hendaklah menguasai beberapa kill berikut :
  1. Communication Skill
  2. Knowledge of Database Design
  3. Knowledge about RDBMS. e.g Microsoft SQL Server or MySQL
  4. Knowledge of Structured Query Language (SQL)
  5. General understanding of distributed computing architecture. e.g Client-server Architecture
  6. General understanding of Operating System. e.g Linux, Windows
  7. General understanding of Storage technologies and Networking
  8. General understanding of routine maintenance, recovery, and handling of failover database


dan ditambah lagi biasanya yang diterima bekerja sebagai DBA adalah bujangan. Lah, masa nanti. *Skip*.


Untuk mendapatkan integritas sebagai seorang DBA juga tidak dapat hanya bermodalkan ijazah lulusan dari universitas. Sertifikat khusus pun hendak dimiliki agar mudah diterima bekerja sebagai seorang database administator seperti sertifikat RDBMS berikut (dari wikipedia) :
  • IBM Certified Advance Database Administrator 
  • IBM Certified Database Administrator
  • Oracle Database 11g Administrator Certified Professional
  • MCSA SQL Server 2012
Masih ada beberapa sertifikat ahli yang belum disebutkan diatas.

Adapun tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh seorang database administrator adalah sebagai berikut (wikipedia) :

  1. Menginstall dan mengupgrade database server dan application tools
  2. Mengalokasikan sistem penyimpanan dan merencanakan kebutuhan untuk sistem database kedepannya
  3. Memodifikasi struktur database
  4. Memeri izin akses untuk user dan memperbaharui sistem keamanan
  5. Memastikan sudah memenuhi persetujuan lisensi terhadap vendor database
  6. Mengontrol dan memantau akses user terhadap database
  7. Memonitor dan mengoptimasi performa dari database
  8. Merencanakan backup dan recovery informasi database
  9. Memperbaharui arsip data
  10. Mem-backup dan restore database
  11. Menghubungi database vendor untuk technical support
  12. Menghasilkan berbagai laporan dengan menyangsingkan database sesuai degan kebutuhan


Sebagai seorang admin database sejatinya terdiri dari beberapa tingkatan mulai dari junior hingga konsultan. Dan alangkah mudahnya diterima dalam pekerjaan apabila memiliki sertifikat professional. Sepertinya untuk berkarir dibidang ini pasca kuliah hendak menguasai database dan berfokus untuk mendapatkan salah satu sertifikat diatas. Sepertinya biaya yang dikuras untuk mengikuti pelatihan dan tes kelulusan untuk mendapatkan sertifikat tersebut tidaklah sedikit. Bisa jadi kalau dibuat untuk membuka usaha bisa terbuat satu ruko warung makan. Bisa jadi.

Melihat berbagai gambaran bekerja sebagai seorang DBA sungguh kemampuan saya masih sangat minim, apalagi semasa kuliah basis data tidak begitu mahir. Namun masa depan siapa yang tahu. Fokus sekarang adalah lulus kuliah, dan untuk karir kedepannya banyak orang bilang tidak akan sesuai dengan bidang ilmu yang kita pelajari di masa perkuliahan. Namun alangkah bagusnya kalau karir kedepan sesuai dengan bidang ilmu yang kita kuasai, bisa-bisa menjadi seseorang professional bahkan sebagai seorang konsultan dibidangnya.


Sekian. Terimakasi sudah membaca.